Jenis saham

3 Jenis Saham, Ketahui mana yang Cocok Untukmu!

Persentase Harian

Saham merupakan salah satu instrumen investasi yang saat ini sedang digemari para investor. Berbagai kemudahan dan keuntungan yang bisa didapatkan saat berinvestasi saham membuat saham menjadi incaran para pencari cuan. Tahukah kamu kalau saham secara umum dibagi menjadi 3 jenis saham? Simak artikel berikut ini.

Definisi Saham

Dasar Investasi Saham adalah mengetahui apa definisi dari saham. Saham adalah suatu bukti kepemilikan perusahaan yang dimiliki oleh investor. Kamu bisa mengibaratkan perusahaan sebagai sebuah bentuk usaha dan kamu melakukan pengumpulan dana bersama orang lain untuk memulai usaha tersebut. Besaran kepemilikanmu pada usaha tersebut ditentukan oleh besarnya modal yang kamu berikan di awal. Segala keuntungan, kerugian, dan keputusan dalam usaha tersebut dibagi secara proporsional sesuai dengan persentase modal yang dimiliki.

Saham tidak memiliki batas kedaluarsa atau jatuh tempo sehingga saham berbeda dengan obligasi atau surat hutang. Selama perusahaan dimana investasimu berada tetap beroperasi, sahammu akan ada untuk selamanya hingga perusahaan tersebut bangkrut. Oleh karena itu, kamu bisa mewariskan saham yang kamu miliki kepada anakmu dan bahkan kepada cucumu. Luar biasa bukan?

Cloud Hosting Indonesia

Market Capital

Setelah mengetahui definisi saham, hal yang harus kamu ketahui adalah saham dibagi menjadi 3 jenis. Ketiga jenis saham tersebut adalah saham lapis satu (first liner), lapis dua (second liner), dan lapis tiga (third liner). 3 jenis saham tersebut digunakan untuk mengelompokkan suatu saham berdasarkan karakteristik yang dimiliki terutama dalam hal market capital.

Market capital atau sering disebut dengan market cap adalah suatu indikator yang mewakili nilai agregat suatu perusahaan. Nilai agregat ini didasarkan pada perhitungan jumlah beredar saham dikalikan dengan harga pasar saat ini. Sebelum kamu mulai berinvestasi, sebaiknya kamu memahami 3 jenis saham berikut ini.

3 Jenis Saham

Saham Lapis Satu (First Liner/Blue Chips)

Saham lapis satu atau biasa disebut dengan first liner atau blue chips adalah jenis saham yang memiliki market cap terbesar di IHSG. Suatu saham dapat dikategorikan sebagai saham blue chip jika market capnya lebih dari Rp40 triliun.

IHSG merupakan sebuah indeks yang menggabungkan saham-saham yang ada di Indonesia. Setiap perubahan pada harga saham, akan mempengaruhi IHSG, tentunya didasarkan pada agregat nilai market capnya. Oleh karena itu, saham-saham yang tergolong dalam jenis saham blue chip akan sangat berpengaruh pada IHSG.

Kelebihan:

Saham blue chip cenderung stabil karena nilai market capnya yang besar sehingga sulit untuk digoreng oleh bandar saham.

Kekurangan:

Harga saham pada saham berjenis blue chip cenderung lebih mahal daripada jenis saham lain. Kecuali perusahaan tersebut melakukan stock split.

Tipe yang cocok:

Karena saham blue chip cenderung stabil dan rutin memberikan dividen, tipe yang cocok untuk saham ini adalah para investor jangka panjang. Kamu bisa melakukan investasi sekaligus maupun melakukan cicilan perbulan (Dollar Cost Averaging).

Contoh saham blue chip adalah BBRI, BBNI, GGRM, ICBP, TLKM, UNVR, dll.

 

Saham Lapis Dua (Second Liner)

Saham lapis dua atau sering disebut Mid-Cap Stocks dan second liner adalah jenis saham yang memiliki market cap sekitar Rp500 miliar-Rp10 triliun. Nilai market cap jenis saham ini berada di bawah saham blue chip.

Kelebihan:

Saham second liner memiliki prospek yang cukup baik karena berisi jenis saham perusahaan yang potensial dan berkembang.

Kekurangan:

Karena memiliki market cap yang lebih kecil daripada saham blue chip membuat harga saham second liner ini cenderung berfluktuatif.

Tipe yang cocok:

Selain menjadi kekurangan, harga saham yang berfluktuatif bisa kamu manfaatkan untuk mendapatkan keuntungan jika kamu adalah tipe swing trader. Kamu bisa membeli saat harga sahamnya berada di support dan menjualnya ketika di resistance. Selain itu kamu juga bisa melakukan investasi jangka menengah pada jenis saham ini.

Contoh saham second liner adalah BBKP, PWON, JPFA, BSDE, dan PPRO.

 

Saham Lapis Tiga (Third Liner)

Jenis saham terakhir adalah saham lapis tiga atau bisa disebut small-cap stocks atau saham gorengan. Saham third liner adalah jenis saham yang memiliki market cap di bawah Rp500 miliar. Rendahnya market cap saham perusahaan pada jenis ini membuat pergerakan harga saham lapis tiga sangat volatile. Istilah saham gorengan diberikan pada jenis saham ini karena saham lapis tiga bisa dipermainkan oleh bandar.

Kelebihan:

Kamu bisa mendapatkan keuntungan secara cepat pada jenis saham ini.

Kekurangan:

Karena termasuk pada high risk high return, tentunya risiko yang bisa didapatkan sangat besar. Kamu bisa kehilangan 100% modalmu jika kamu tidak memiliki trading plan yang tepat.

Tipe yang cocok:

Orang yang cocok untuk jenis saham ini adalah para scalper yang mencari keuntungan dalam waktu singkat.

Contoh saham third liner adalah HOME, ENVY, REAL, dll.

Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

Jenis Saham yang Cocok Untumu

Hal yang perlu kamu lakukan pertama kali adalah mengetahui profil risikomu. Ketika kamu sudah mengetahui profil risikomu, kamu dapat memilih tipe dan jenis saham mana yang paling cocok denganmu.

Apakah artikel ini bermanfaat?
5/5

Comments (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *