7 Prinsip Asuransi Bagi Agen Asuransi dan Nasabah

0
7 prinsip asuransi

Persentase Harian

7 Prinsip Asuransi – Asuransi bagi sebagian orang merupakan sebuah kebutuhan pokok. Namun bagi orang lain, asuransi masih menjadi sebuah produk yang tidak dimasukkan pada list kebutuhannya. Padahal asuransi sangatlah penting bagi kondisi keuangan dan kesehatan individu maupun keluarga.

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia atau disingkat AAJI memberikan pernyataan bahwa kesadaran masyarakat akan semakin terbangun akan pentingnya memiliki asuransi terutama asuransi jiwa dan pendidikan ketika mengetahui 7 prinsip asuransi.

Bagi seorang agen asuransi, 7 prinsip asuransi ini pun wajib untuk diketahui. Hal ini agar para agen dapat bekerja secara profesional demi menolong keuangan dan kesehatan para nasabahnya. Yuk simak apa saja 7 prinsip asuransi di bawah ini:

Prinsip Asuransi

Sebagai agen asuransi, sangatlah penting untuk menyampaikan 7 prinsip asuransi ini kepada calon nasabahnya agar mereka mengetahui manfaat dari produk asuransi yang akan mereka beli.

1.   Insurable Interest (Kepentingan yang Dapat Diasuransikan)

Prinsip asuransi yang pertama adalah insurable interest. Insurable interest adalah salah satu prinsip dasar asuransi yang memungkinkan seseorang untuk mengasuransikan kepentingan atas objek asuransi yang dapat diasuransikan (dalam hal ini adalah kesehatan atau keuangan).

Pihak yang dapat mengasuransikan objek tersebut pun harus memiliki relasi dengan pemegang polis. Misalkan dalam anggota keluarga yang mengasuransikan anggota keluarga lainnya.

Adanya kontrak asuransi ini memungkinkan ketika risiko terjadi, sang pemegang polis akan mendapatkan manfaat sesuai yang tertera pada polis. Jika di asuransi kesehatan, biaya rumah sakit akan ditanggung. Jika di asuransi jiwa, pemegang polis akan mendapatkan uang pertanggungan.

2.   Utmost Good Faith (Itikad Baik)

Utmost good faith adalah prinsip dasar asuransi yang kedua. Arti dari utomost good faith adalah adanya itikad baik dari calon nasabah untuk mengungkapkan kondisi riil dari objek yang akan diasuransikan.

Begitu pula bagi perusahaan asuransi. Mereka harus mengungkapkan seluruh ketentuan yang ada di polis seperti apa saja yang dapat ditanggung maupun tidak. Sehingga seluruh data akan berdasarkan fakta dan menghindarkan kerugian salah satu pihak di kemudian hari.

Salah satu contoh yang sering diungkapkan oleh calon nasabah pada saat sebelum membeli polis adalah kondisi kesehatan seperti penyakit bawaan, kebiasaan merokok, Riwayat kesehatan, dan lain sebagainya.

3.   Proximate Cause (Kausa Proximal)

Prinsip asuransi ketiga adalah proximate cause dimana proximate cause atau kausa proximal adalah prinsip yang menerangkan bahwa setiap akibat pasti ada penyebabnya. Perusahaan asuransi hanya akan menanggung dampak kerugian dari sebab risiko yang sudah disepakati.

Semua ketentuan penyebab risiko yang terjadi dan apa saja yang dikecualikan akan tercantum pada polis asuransi. Misalkan ketentuan dalam polis menyebutkan bahwa seluruh dampak atas kejadian yang sudah ada sebelumnya tidak dapat ditanggung oleh pihak asuransi sedangkan calon nasabahmu sudah memiliki Riwayat penyakit kanker. Sehingga seluruh pengobatan yang berhubungan dengan penyakit kanker di kemudian hari tidak dapat ditanggung.

4.   Indemnity (Ganti Rugi)

Prinsip asuransi selanjutnya adalah indemnity atau ganti rugi. Prinsip asuransi indemnity adalah sebuah prinsip yang menjadikan kondisi keuangan nasabah atau pihak tertanggung kembali seperti sedia kala sebelum risiko terjadi.

Hal ini menyebabkan claim asuransi tidak mungkin menjadi keuntungan bagi nasabahnya (mencari selisih antara nominal yang didapat dan dibayarkan ke pihak rumah sakit). Contohnya adalah pemegang polis jatuh sakit dan harus dirawat serta menghabiskan biaya 10 juta rupiah. Pihak asuransi akan membayarkan 10 juta rupiah sesuai tagihan jika masih berada dalam range claim polis.

5.   Subrogation (Pengalihan Hak atau Perwalian)

Prinsip asuransi lainnya yang wajib diketahui nasabah dan agen asuransi adalah subrogation. Prinsip asuransi subrogation adalah sebuah prinsip dimana pihak asuransi akan memiliki hak kepemilikan atas objek yang ditanggung dari pemegang polis ketika melakukan claim penuh.

Prinsip ini biasanya digunakan pada asuransi mobil. Ketika pemegang polis kehilangan mobil, pihak asuransi akan mengganti sesuai besaran yang sudah disepakati. Ketika mobil tersebut ditemukan, mobil tersebut akan menjadi milik dari perusahaan asuransi.

6.   Constribution (Konstribusi)

Prinsip asuransi keenam adalah constribution. Sesuai namanya, constribution adalah prinsip yang membagikan risiko kepada seluruh perusahaan asuransi ketika objek asuransi diasuransikan pada lebih dari 1 perusahaan asuransi.

Prinsip ini mendukung prinsip indemnity yang mengembalikan kondisi finansial nasabah sesuai keadaan sedian kala. Contohnya adalah ketika nasabah jatuh sakit dan memerlukan biaya 100 juta rupiah.

Nasabah merupakan pemegang polis pada 2 perusahaan asuransi sehingga 2 perusahaan tersebut akan membagi klaim 100 juta secara proporsional (dibagi rata sesuai porsi besaran tanggungan) atau secara non-proporsional (pihak asuransi akan membayar sesuai apa yang tercantum di polisnya masing-masing).

7.   Deductible (Risiko Sendiri)

Prinsip asuransi terakhir pada 7 prinsip asuransi adalah deductible. Prinsip asuransi deductible adalah jumlah batasan suatu kejadian bisa diajukan claim dalam jangka waktu tertentu.

Dalam bahasa polis biasa disebut dengan perketidakmampuan. Misalkan kamu sudah jatuh sakit akibat demam berdarah pada tahun 2022 sehingga kamu menghabiskan seluruh plafon tanggungan yang bisa kamu dapatkan pada tahun tersebut. Namun, kamu jatuh sakit lagi karena penyebab yang sama di tahun 2022 sehingga biaya pada saat sakit yang kedua tidak akan ditanggung.

Sekian informasi mengenai 7 prinsip asuransi yang wajib diketahui oleh agen asuransi maupun calon nasabah. Nantikan artikel bermanfaat lainnya hanya di persentase harian.

 

Persentase Harian adalah blog keuangan, bisnis, dan gaya hidup yang meningkatkan pengetahuanmu hari ini.

Leave a Reply

error: Content is protected !!
Kami Terlindungi
EZ Financial Planning