arti finansial adalah

Arti Finansial Adalah: Jenis, Fungsi, dan 3 Manfaat yang Didapatkan

Posted on

Persentase Harian

Arti Finansial Adalah– Kebebasan finansial atau mandiri secara finansial, sebuah kata-kata yang sangat ingin diraih oleh banyak orang akhir-akhir ini. Namun, kebanyakan orang tidak mengetahui secara pasti apa itu finansial. Arti finansial adalah salah satu fokus pada bidang ekonomi yang berfokus pada keuangan.

Keuangan sendiri memiliki jenis, tujuan, dan manfaat yang berbeda sehingga finansial pun demikian. Yuk simak artikel berikut mengenai arti finansial, jenis finansial, tujuan finansial, dan manfaat yang bisa didapatkan dari finansial:

Arti Finansial Adalah

Arti Finansial Adalah

Finansial adalah suatu kegiatan yang membahas segala sesuatu tentang keuangan. Arti finansial berasal dari kata dalam bahasa inggris yaitu finance. Arti finansial dalam KBBI dan bahasa inggris pun hampir sama karena sama-sama membahas mengenai keuangan.

Kuangan yang dimaksud dalam finansial memiliki arti yang luas. Seperti finansial bagi individu (personal finance), finansial bagi perusahaan (corporate finance), bahkan finansial bagi negara (public finance).

Selain subyek dari finansial, topik bahasan dalam finansial pun beragam. Mulai dari cara mengelola keuangan, cara meningkatkan keuangan, cara alokasi anggaran, cara manajemen risk and reward, hingga tujuan dari kuangan itu sendiri.

Jenis Finansial

Jenis Finansial

Setelah mengetahui definisi finansial, kamu akan mengerti jenis-jenis finansial yang ada. Berikut adalah 3 jenis finansial yang bisa kamu ketahui:

1. Finansial Individu (Personal Finance)

Finansial individu atau personal finance adalah jenis finansial yang membahas mengenai keuangan pribadi maupun keluarga. Kebanyakan topik keuangan yang dibahas dalam finansial individu adalah perencanaan keuangan.

Perencanaan keuangan individu adalah proses perencanaan tujuan-tujuan keuangan individu dalam jangka pendek, jangka menengah, hingga janga panjang berdasarkan sumber daya keuangan yang dimiliki dengan memperhatikan risiko keuangan yang mungkin terjadi.

Terdapat profesi yang bisa membantu para individu maupun keluarga yang ingin mencapai tujuan finansialnya. Profesi tersebut adalah perencana keuangan atau biasa disebut financial planner.

2. Finansial Perusahaan (Corporate Finance)

Finansial perusahaan memiliki definisi yang hampir sama dengan finansial individu. Arti finansial perusahaan atau corporate finance adalah jenis finansial yang membahas mengenai kondisi keuangan sebuah perusahaan.

Berbeda dengan finansial individu yang tidak wajib memiliki laporan keuangan berdasarkan hukum, perusahaan diwajibkan untuk memiliki laporan keuangan perusahaan. Cara untuk mengetahui apakah kondisi finansial perusahaan tersebut sehat atau tidak, bisa dilakukan dengan cara analisa laporan keuangan.

3. Finansial Pemerintah (Public Finance)

Jenis finansial terakhir adalah finansial pemerintah. Definisi finansial pemerintah atau public finance adalah jenis finansial yang membahas peran pemerintah dalam kondisi keuangan atau perekonomian suatu negara. Skala pembahasan finansial pemerintah lebih luas dan lebih kompleks. Hal ini dikarenakan indikator yang digunakan bersifat makro.

Beberapa indikator yang biasa digunakan dalam public finance adalah kemiskinan, nilai kurs rupiah, pengangguran, daya beli masyarakat, hingga pendidikan masyarakat.

Fungsi Finansial

Fungsi Finansial

Setelah mengetahui definisi dan jenis finansial, tidak lengkap rasanya kalau kamu tidak mengetahui fungsi finansial. Pada pembahasan sebelumnya sebenarnya kamu sudah mendapatkan gambaran umum dari fungsi finansial. Namun, kamu bisa menyimak fungsi finansial berikut ini:

1. Perencanaan

Fungsi finansial yang pertama tentunya adalah perencanaan. Terdapat pepatah yang sering diungkapkan orang bahwa “Ketika kamu gagal menyusun sebuah rencana, kamu sedang merencanakan sebuah kegagalan”. Pepatah tersebutlah yang mendasari adanya perencanaan keuangan.

Perencanaan keuangan adalah proses pembuatan tujuan-tujuan keuangan baik individu, perusahaan, maupun public berdasarkan sumber daya yang dimiliki. Ketika subyek finansial bisa mengatur keuangan dengan baik, perencanaan keuangan pun bisa dibuat dengan baik.

2. Pengendalian

Setelah membuat perencanaan keuangan berupa tujuan apa yang ingin dicapai dengan langkah-langkah yang harus dilakukan, step selanjutnya adalah bagaimana cara mengendalikan diri agar bisa melakukan langkah sesuai rencana. Oleh karena itu fungsi finansial kedua adalah pengendalian.

Adanya perencanaan yang baik, belum tentu bisa mencapai tujuan keuangan seberti bebas finansial jika tidak diimbangi dengan cara mengelola keuangan rumah tangga dengan baik. Buatlah batasan-batasan ketika mengatur keuangan rumah tangga.

3. Pemeriksaan

Ketika sedang menjalankan fungsi finansial untuk mencapai kebebasan finansial, kamu harus melakukan pemeriksaan atau review secara berkala. Tujuan pemeriksaan ini adalah apakah rencana yang sudah dibuat, masih sejalan dan bisa mencapai tujuan yang sudah ditetapkan.

Pemeriksaan juga berperan untuk memperbaiki cara kamu mengendalikan proses mengatur keuangan rumah tanggamu. Apakah kamu sering mengalami kebocoran pengeluaran seperti latte factor atau kamu bisa melakukan penyesuai pos-pos pengeluaran yang dirasa sudah terlalu besar.

4. Pelaporan

Fungsi terakhir dari finansial adalah pelaporan karena laporan merupakan sebuah wujud nyata dari apa yang sudah kamu lakukan. Buatlah laporan keuangan secara berkala minimal 1 tahun sekali untuk mengetahui bagaimana perjalananmu untuk mencapai kebebasan finansial.

Perusahaan dan negara pun memiliki laporan keuangannya sendiri. Ketika laporan keuangan perusahaan dan negara memiliki kualitas yang baik, hal itu memiliki arti finansial yang dijalankan sudah berjalan dengan baik dan bisa mencapai tujuan.

Manfaat Finansial

Manfaat Finansial

Setelah melakukan segala hal dalam finansial, kamu akan bisa mendapatkan manfaat finansial yang kamu inginkan. Selain bersifat keuangan, manfaat finansial yang didapatkan pun bisa dalam bentuk kebiasaan seperti berikut ini:

1. Tujuan Keuangan Bisa Tercapai

Manfaat finansial yang pertama dan utama adalah bisa mencapai tujuan keuangan. Misalkan saja kamu mengatur keuangan rumah tangga untuk bisa berangkat umroh sekeluarga dalam 3 tahun kedepan dan tujuan tersebut bisa tercapai dengan investasi dan penghematan yang kamu lakukan.

Tujuan manajemen keuangan perusahaan pun bisa tercapai misalnya bisa mencapai kenaikan net income dari tahun sebelumnya sebesar 20%. Ketika tujuan keuangan bisa tecapai, perencanaan keuangan yang kamu lakukan bisa dikatakan berhasil.

2. Mengetahui Setiap Reward Memiliki Risknya Sendiri

Manfaat finansial yang kedua adalah memiliki mindset bahwa setiap reward memiliki risknya. Ketika kamu ingin mendapatkan sesuatu, pasti terdapat risiko yang bisa membuatmu tidak mencapai tujuanmu.

Ketika mengetahui risiko yang ada, kamu bisa melakukan manajemen risiko agar risiko yang mungkin terjadi bisa diminimalisir. Contohnya ketika kamu berinvestasi di saham dan ingin mendapatkan keuntungan namun tetap ada risiko kerugian yang mungkin terjadi.

3. Berlatih Disiplin dalam Hal Keuangan

Perencanaan keuangan bukan berarti kamu menjadi orang yang pelit. Namun, kamu menjadi orang yang lebih disiplin dan bertanggung jawab dengan uang yang kamu miliki. Kamu menyadari bahwa uang yang kamu miliki terbatas sehingga kamu harus membuat skala prioritas terhadap pengeluaranmu.

Kamu mulai menghindari pengeluaran-pengeluaran kecil yang bisa mengganggu perencanaan keuangan yang sudah kamu susun. Kamu pun akan lebih menghargai uang hasil kerja kerasmu daripada sebelumnya sehingga bisa lebih bertanggung jawab ketika melakukan self reward.

Sekian artikel lengkap mengenai arti finansial, jenis finansial, fungsi finansial, hingga manfaat finansial. Baca juga artikel mengenai cara investasi dan berbisnis untuk mengembangkan uang yang kamu miliki hanya di Persentase Harian.

Persentase Harian adalah blog keuangan, bisnis, dan gaya hidup yang meningkatkan pengetahuanmu hari ini.

Apakah artikel ini bermanfaat?
5/5

Leave a Reply