pendidikan non formal

Pendidikan Non Formal, Definisi, Tujuan, dan Contohnya

Posted on

Persentase Harian

Sebagai seseorang yang sudah lulus dari sekolah, baik SMA, SMK, maupun kuliah, kewajiban untuk belajar tidak terhenti sampai di situ. Sebagai seorang individu yang ingin terus maju dan berkembang, kewajiban untuk menuntut ilmu tidak akan pernah berhenti.

Ketika pendidikan formal sudah kamu lakukan dan jalani, kamu tetap harus menimba ilmu dari pendidikan non formal. Hal ini dikarenakan pendidikan formal merupakan dasar bagi pola pikir dan kemampuanmu, sedangkan pendidikan non formal merupakan sarana untuk mengembangkan kemampuan yang kamu miliki hingga menjadi ahli. Yuk simak apa sih definisi, tujun, contoh, dan manfaat dari pendidikan non formal berikut ini.

Definisi Pendidikan Non Formal

Definisi pendidikan non formal adalah sebuah jalur pendidikan yang berada di luar pendidikan formal. Berbeda dengan pendidikan formal yang sudah di atur oleh negara, pendidikan non formal memiliki aturan tersendiri yang dimiliki oleh lembaganya masing-masing. Namun, aturan yang dimiliki tersebut harus tetap sesuai dengan kaidah-kaidah pendidikan di Indonesia.

Tujuan Pendidikan Non Formal

Berdasarkan definisi dari pendidikan non formal, pendidikan non formal tidak bisa menggantikan pendidikan formal. Pendidikan formal merupakan dasar bagi pemikiran seseorang dan pendidikan non formal akan memberikan perluasan dari dasar tersebut seperti berikut ini:

1. Meningkatkan Pengetahuan yang Ada

Misalkan saja kamu adalah seorang pelajar SMA. Di sekolah, kamu sudah mendapatkan mata pelajaran sesuai kurikulum yang ada saat ini. Namun, kamu masih merasa kurang memahami mata pelajaran yang ada sehingga kamu mencari ilmu tambahan melalui lembaga pendidikan (les).

Kegiatan les yang kamu lakukan ini adalah pendidikan non formal yang vertujuan meningkatkan pengetahuan yang ada. Membuatmu dari yang sebelumnya tidak memahami matematika menjadi memahami matematika.

2. Mendapatkan Spesialisasi

Jika kamu adalah seorang mahasiswa yang baru saja lulus atau fresh graduate dan ingin segera melamar pekerjaan, kamu akan dinilai sama dengan para pesaingmu oleh HRD. Hal ini dikarenakan spesifikasi yang kamu miliki tidak jauh berbeda dengan pelamar lainnya.

Misalkan saja kamu adalah Sarjana Akuntansi dan ingin melamar di Kantor Akuntan Publik. Gelar sarjanamu akan menjadi pasaran karena pelamar lain juga memiliki gelar yang sama denganmu.

Oleh karena itu, kamu harus menempuh pendidikan non formal untuk menspesifikasikan keahlianmu. Ketika kamu memiliki nilai berbeda dengan para pesaingmu, kemungkinanmu untuk mendapatkan pekerjaan akan tinggi.

3. Mendapatkan Sertifikasi Keahlian Maupun Profesi

Setelah kamu memutuskan spesifikasi yang kamu inginkan, kamu bisa mengikuti program sertifikasi keahlian maupun profesi. Hal ini harus kamu lakukan agar kamu memiliki gelar non akademik.

Misalkan saja kamu ingin berfokus pada perpajakan sehingga kamu mengambil kursus brevet pajak A dan B. Setelah lulus dari brevet pajak A dan B, kemungkinanmu untuk di terima di kantor akuntan publik maupun kantor konsultan pajak akan semakin tinggi.

Contoh Pendidikan Non Formal

Setelah mengetahui definisi dan tujuan dari pendidikan non formal, kini kamu harus mengetahui apa saja contoh pendidikan non formal. Berikut adalah contoh pendidikan non formal yang biasa kamu temui.

  • Lembaga pendidikan non formal (les-lesan)
  • Lembaga pelatihan dan sertifikasi (misalkan brevet a dan b, sertifikasi perencana keuangan, dll)
  • Literasi yang ada seperti buku, ecourse, dll

Sebagai seseorang yang ingin terus berkembang, tidak ada salahnya untukmu mengambil pendidikan non formal. Namun, tetap sesuaikan dengan minat dan kemampuanmu ya. Karena pendidikan non formal akan percuma jika tidak diaplikasikan dalam kehidupanmu.

Persentase Harian adalah blog keuangan, bisnis, dan gaya hidup yang meningkatkan pengetahuanmu hari ini.

Apakah artikel ini bermanfaat?
5/5

Leave a Reply