Pengertian Risiko Adalah, 4 Jenis, dan Cara Meminimalisir Risiko

Pengertian Risiko Adalah, Jenis, dan Cara Meminimalisir

Persentase Harian

Pengertian Risiko Adalah, Jenis, dan Cara Meminimalisir – Pernahkah ketika kamu merencanakan sesuatu tetapi hal yang terjadi tidak selalu sesuai dengan rencanamu?

Hal tersebut dikarenakan setiap pengambilan keputusan selalu ada risiko yang menyertainya. Risiko adalah wujud nyata dari ketidakpastian yang ada di dunia ini.

Pengetahuan tentang risiko, jenis risiko, dan cara meminimalisir risiko merupakan hal yang wajib kamu ketahui. Yuk simak artikelnya berikut ini:

Pengertian risiko adalah

Pengertian Risiko Adalah

Definisi risiko adalah kondisi yang tidak pasti dan bersifat merusak atau berbahaya terhadap sesuatu yang hendak kamu lakukan. Salah satu contoh risiko adalah kerugian saat kamu melakukan trading saham.

Jenis risiko

Jenis Risiko

Risiko sendiri memiliki beragam jenisnya. Berikut adalah beberapa jenis risiko yang perlu kamu ketahui:

1.   Risiko Murni atau Pure Risk

Definisi risiko murni adalah risiko yang bersifat pasti. Jika diibaratkan dengan koin, ketika koin menunjukkan sisi A, kamu akan mendapatkan keuntungan. Sedangkan ketika koin menunjukkan sisi B, kamu akan mendapatkan kerugian.

Contoh risiko murni adalah terjadinya bencana alam seperti banjir, gunung Meletus, dan angin puting beliung. Ketika risiko tersebut terjadi, kamu akan mengalami kerugian.

2.   Risiko Spekulatif atau Speculative Risk

Berbeda dengan risiko murni yang hanya menganut 2 kemungkinan menang dan kalah, risiko spekulatif memiliki opsi ketiga yaitu impas atau break even.

Kondisi impas adalah ketika kamu tidak mengalami keuntungan dan kerugian. Contoh dari speculative risk adalah risiko yang terjadi selama kamu trading atau investasi di saham.

3.   Risiko Khusus atau Particular Risk

Jenis risiko selanjutnya adalah risiko khusus atau bisa disebut particular risk. Particular risk adalah risiko yang dihadapi oleh seorang individu yang tergantung dari tindakannya (risiko yang berasal dari internalnya).

Contohnya adalah risiko tabrak lari ketika kamu hendak menyeberangi jalan raya. Kamu bisa menghindari risiko ini dengan menengok ke kanan dan kiri sebelum menyeberang jalan.

4.   Risiko Fundamental atau Fundamental Risk

Fundamental risk adalah risiko yang kondisinya berada di luar kemampuan kita. Akibat terjadinya risiko tersebut pun bersifat luas seperti gempa bumi dan gunung Meletus.

cara meminimalisir risiko

Cara Meminimalisir Risiko

Risiko memang sulit untuk dihindari namun kamu bisa meminimalisir risiko yang mungkin terjadi dan dampaknya. Berikut adalah cara meminimalisir risiko:

1.   Identifikasi Risiko

Cara pertama yang harus kamu lakukan ketika kamu ingin meminimalisir risiko adalah mengidentifikasi risiko apa saja yang mungkin kamu hadapi di masa depan. Kamu bisa mengelompokkannya sesuai dengan jenis risiko seperti risiko murni, risiko spekulatif, risiko khusus dan risiko fundamental.

2.   Buat Skala Prioritas Risiko

Setelah mengetahui risiko apa saja yang mungkin terjadi, kamu bisa membuat skala prioritas risiko apa yang hendak kamu minimalisir terlebih dahulu. Kamu bisa membuatnya seperti ini:

  • Risiko yang kemungkinan terjadinya besar dan kerugiannya besar pula.
  • Risiko yang kemungkinan terjadinya kecil namun kerugiannya besar.
  • Risiko yang kemungkinan terjadinya besar namun kerugiannya kecil dan bisa diatasi.
  • Risiko yang kemungkinan terjadinya kecil dan kerugiannya kecil dan bisa diatasi.

3.   Melakukan Perencanaan Menghadapi Risiko

Sesuai namanya, kamu kini mulai merencanakan bagaimana cara menghadapi risikonya. Kamu bisa menggunakan skala prioritas risiko yang sudah kamu buat. Beriktu adalah beberapa cara menghadapi risiko:

Risk Avoidance

Ketika kendali risiko berada di kendalimu, kamu bisa melakukan risk avoidance atau penghindaran risiko agar kamu terhindar dari risiko tersebut. Misalnya kamu menghindari makan pedas agar perutmu tidak sakit.

Risk Sharing of Transfer

Saat kendali risiko berada di luar kendalimu, kamu bisa memindahkan risiko tersebut kepada pihak lain agar dampak dari risiko tersebut tidak kamu alami. Ketika kamu melakukan hal ini, tentunya ada biaya yang harus kamu bayarkan. Contoh dari risk sharing of transfer adalah memiliki asuransi.

Ketika kamu memiliki asuransi dan risiko terjadi, perusahaan asuransi lah yang akan menanggung dampak risiko tersebut. Contohnya adalah kamu memiliki asuransi kesehatan dan ketika kamu jatuh sakit, pihak asuransi yang akan membayar biaya rumah sakit. Oleh karena itu, asuransi sangat wajib dimiliki oleh orang yang tidak ingin mengalami risiko besar.

 

Sekian artikel mengenai pengertian risiko adalah, jenis risiko, dan cara meminimalisir risiko. Nantikan artikel keuangan lainnya akan literasi keuanganmu semakin meningkat.

 

Persentase Harian adalah blog keuangan, bisnis, dan gaya hidup yang meningkatkan pengetahuanmu hari ini.

Leave a Reply

error: Content is protected !!