stoicism adalah

Stoicism, Sebuah Seni Menikmati Kehidupan

Persentase Harian

Pandemi Covid-19 yang datang 2 tahun lalu membuat kehidupan banyak orang berbalik 180 derajat. Banyak orang yang hidupnya sudah mapan tiba-tiba dihadapkan dengan berbagai masalah yang ada. Pengangguran meningkat pesat, berbagai aktivitas dibatasi, banyak orang yang sakit dan meninggal membuat tingkat stres orang-orang menjadi tinggi.

Di tengah kehidupan yang tidak menentu dan semakin berat ini diperlukan kewarasan jiwa dan raga. Salah satu cara agar tetap waras adalah dengan melakukan pendekatan hidup melalui ajaran filsafat Stoicism atau Stoikisme atau Stoa. Apa itu Stoicism? Apa manfaatnya? Akan kami bahas di dalam artikel ini.

Sejarah dan Pengertian Stoicism

Stoicism adalah ajaran atau filsafat dari Yunani yang menekankan akan dimensi dalam diri manusia itu sendiri. Filsafat ini dicetuskan oleh Zeno pada abad ke-3 SM dan terus berkembang hingga sekarang. Tokoh-tokoh yang terkenal antara lain Kaisar Romawi Marcus Aurelius, filsuf Seneca dan Epictetus.

Inti dari filsafat ini adalah agar setiap manusia bisa menerima segala keadaan yang ada di dunia ini. Ajaran ini menekankan akan nalar manusia sehingga segala hal negatif seperti emosi berlebihan, sedih berlebihan, panik berlebihan, dst bisa diredam.

Kamu hanya perlu berfokus pada hal-hal yang berada dalam kendalimu. Sedangkan segala sesuatu yang berada di luar kendalimu, biarkanlah berlalu apa adanya. Hal yang perlu kamu fokuskan adalah bagaimana tanggapanmu atas kejadian yang berada di luar kendalimu tersebut.

Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

Manfaat Stoicism

Bagi seorang Stoik, sebutan bagi penganut Stoicism, kebahagian itu berasal dari diri sendiri bukan dari faktor yang ada di luar manusia. Agar Bahagia manusia juga harus selaras dengan alam dan kehendak ilahi. Ajaran filsafat ini sudah berumur lebih dari 2000 tahun namun masih relevan hingga sekarang. Manfaat Stoicism antara lain:

1.  Berpikir Rasional dan Objektif

Salah satu ajaran ini adalah menekankan akan rasionalitas dan objektivitas sehingga menghasilkan keputusan yang tidak emosional. Sehingga segala keputusan bisa dilihat untung ruginya. Di tengah kondisi pandemi ini tentu diperlukan kepala dingin dalam menghadapi setiap masalah yang ada.

2.  Ketenangan Hidup

Kebahagian itu asalnya dari diri sendiri jika kita bisa mengontrolnya tentu akan menghasilkan ketenangan dalam hidup. Stoicism mengajarkan kita akan hidup berdampingan dengan alam. Segala sesuatu sudah diatur oleh alam sehingga kita tidak perlu berlebihan dalam menyikapi segala sesuatu. Hidup yang seimbang akan membuat jiwa kita lebih tenang.

3.  Tidak Mudah Stres

Dengan menjalankan prinsip-prinsip yang ada dalam ajaran Stoicism maka seseorang tidak akan mudah stres. Hal itu dikarenakan mereka sudah fokus ke dalam diri sendiri sehingga hal-hal negatif dari luar tidak akan mempengaruhinya.

Cloud Hosting Indonesia

Cara Menjalani Kehidupan Stoicism

1.  Jangan Biarkan Emosi Mengendalikan Hidupmu

Dalam hidup, emosi itu sangat penting, namun jangan biarkan hal itu mengendalikan kehidupan kamu. Kontrol emosimu sehingga bisa terkendali. Saat kamu tidak dapat mengendalikan emosimu maka hanya hal-hal negatif yang akan muncul.

2.  Hidup Sederhana

Hiduplah sesuai dengan kebutuhan dan janganlah berlebihan. Bersyukurlah atas segala sesuatu yang sudah dimiliki. Jangan membeli sesuatu karena kamu bisa tetapi belilah karena kamu butuh.

3.  Terus Belajar

Dengan terus belajar maka kamu akan terus meningkatkan diri setiap hari. Banyak hal yang perlu dipelajari dalam hidup ini sehingga jangan puas dengan ilmu yang sudah dimiliki.

4.  Berpikiran Positif

Hindari berprasangka buruk atau mencari kesalahan orang lain. Jangan suka mengeluh atau mencari alasan terhadap sebuah kegagalan. Tekankan hal-hal positif dalam kehidupan.

5.  Pemaaf

Jadilah seorang yang pemaaf daripada menahan kekesalan atau amarah dalam hati terhadap orang yang berbuat salah ke kamu. Jangan berbuat jahat karena segala hal buruk yang kamu lakukan, suatu saat akan kembali ke kehidupanmu.

 

Setelah memahami stoicism dan berniat untuk mengaplikasikan stoicism, kami berharap kamu bisa menjalani hidup dengan penuh kesadaran dan kebahagiaan.

Apakah artikel ini bermanfaat?
5/5

Comments (1)

  • Waahh bagus sekali.. aku baru tau ilmu tentang stoicism. Iya penting banget memang, menyadari bahwa kebahagiaan itu berasal dari diri sendiri.

  • Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *